Sabtu, 17 November 2012

First Love Dilemma

First Love Dilemma (Pricillia A.W., 2011)
Judul : First Love Dilemma
Pengarang : Pricillia A.W.
Tahun terbit: 2011
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 256 hal.
Desain sampul: Yustisea Satyalim
PoV: Orang ketiga serba tahu
Dari judulnya saja, saya sudah dapat membayangkan apa kira-kira konflik dari novel ini. Yup, tak lain adalah dilema sang karakter antara seseorang yang baru saja ditemuinya dan cinta pertamanya yang tiba-tiba hadir kembali dalam kehidupannya. Kemudian, satu hal yang menarik dari novel ini adalah bahwa novel ini termasuk dalam aliran Jepang (lebih lanjut, silakan lihat klasifikasi saya dalam Lima Aliran Teenlit di Indonesia). Mengapa saya bisa-bisanya berkata seperti itu? Yuk, kita mulai saja pembahasannya!
Sinopsis
Semenjak ibunya meninggal satu bulan silam, kehidupan Azura seakan menjadi sesuatu yang menyakitkan. Ia menganggap sang Waktu adalah suatu hal yang kejam dan salah Di saat itulah, ia bertemu seorang cowok bernama Tristan, yang entah bagaimana memiliki pandangan yang sama dengannya soal Waktu. Tanpa Azura sadari, Tristan pun mulai memasuki kehidupannya, membuat hari-harinya lebih ceria dan membuatnya dapat mulai melupakan Joshia, cinta pertamanya yang meninggalkannya. Tak dinyana, Joshia sang cinta pertama Azura, tiba-tiba hadir kembali di kehidupannya! Yang lebih mengejutkan lagi adalah Joshia ternyata adik dari Tristan, dan kini, ia sudah memiliki pacar bernama Gwen. Hubungan Joshia dan Tristan sendiri tidak terlalu baik karena ada peristiwa lalu yang melibatkan Gwen. Kini, setelah menemui kenyataan itu, siapa yang akan Azura pilih? Tristan yang sudah memberinya keceriaan ataukah Joshia yang ia nanti-nantikan?
Karakter
Azura. Cewek ini telah mengalami masa kelam dalam hidupnya akibat ibunya meninggal secara tiba-tiba, tapi di sisi lain, orang yang ia anggap sebagai cinta pertamanya justru pergi. Sejak saat itu, ia menganggap Waktu sebagai sesuatu yang kejam dan salah. Dalam kesedihannya, ia bertemu dengan Tristan, cowok misterius yang memiliki pandangan yang sama dengannya soal waktu. Azura merasa nyaman dengan Tristan, tapi saat ia mendapati ada cewek lain bernama Gwen (yang Tristan sebut sebagai “cewek yang terlahir untuknya”), ia mulai merasakan sesuatu yang mengusiknya. Kemudian, tanpa ia sangka-sangka, ia bertemu dengan Joshia, cowok yang ia anggap sebagai cinta pertamanya, meski ternyata, Joshia sudah memiliki pacar bernama Gwen.
Tristan. Cowok ini tinggal di Inggris bersama papanya semenjak berumur lima tahun, dan kembali ke Indonesia sejak ia berumur sepuluh tahun. Namun, ia mengaku baru saja pindah dari Inggris saat pertama kali bertemu Azura. Tristan sendiri ketika kecil memiliki sahabat bernama Gwen (mereka lahir hampir bersamaan dan orang tua keduanya juga saling mengenal) dan seorang adik bernama Joshia, di mana ia pernah menyimpan perasaan pada Gwen meski sekarang, perasaan itu sudah mulai surut. Tristan diceritakan mengeluh merasakan sakit pada beberapa adegan, yang mana itu ada kaitannya dengan masa lalunya dengan adiknya.
Joshia. Adik dari Tristan ini merasa terpukul setelah tanpa alasan yang jelas, sang kakak meninggalkannya ke luar negeri. Hal itu diperparah dengan perginya teman masa kecilnya, Gwen, ke Bandung, dan karena ibunya kasihan melihat ia yang kesepian, mereka akhirnya memutuskan untuk pindah rumah, dan dari situlah ia mengenal Azura. Tumbuh dengan rasa dikhianati dan tersaingi oleh kakaknya, Joshia memasang sikap bermusuhan terhadap Tristan, dan dapat dipastikan ia akan mencerca Tristan apabila bertemu dengannya. Joshia sendiri memiliki sifat yang agak childish dan impulsif.
Gwen. Sahabat masa kecil Tristan (dan Joshia) ini sempat pergi ke Bandung selama SMA, di mana ia bertemu kembali dengan Tristan. Ketika kuliah, ia memutuskan untuk melanjutkan studi ke Australia. Gwen sendiri menyempatkan untuk pulang ke Indonesia saat liburan kali ini, dan entah mengapa ia justru lebih banyak menemui Tristan ketimbang pacarnya, Joshia. Bisa dibilang merupakan “karakter sumber konflik”, keberadaan Gwen berhasil membuat “kekacauan” antara Azura-Tristan-Joshia

The Miracle Boys

Book Review: Schoolaholic Princess 1: The Miracle Boys
 
the miracle boys (depan) 
Judul Buku : Schoolaholic Princess 1: The Miracle Boys ~ 
 Penulis : Yunisa KD ~  
Penerbit : Sheila (Penerbit Andi) ~  
Tahun terbit : Oktober, 2008 ~  
Jenis : Teenlith ~
Tebal : 182 halaman ~
ISBN : 978-979-29-0321-8
______________________________________
Siswi SMP, bintang sekolah, cantik, cerdas, pintar, langganan ikut lomba mewakili sekolah saat SMP, mudah bergaul, bukan kutu buku, tapi kadang agak sedikit jail, itu karakter Nana Sutedja. Nana adalah tokoh utama dalam fiksi ini.
Nana bersama dua orang temanya yang kembar, Yosef dan Deni, sering sekali mewakili sekolah untuk mengikuti berbagai lomba atau olimpiade. Tidak tanggung-tanggung, mereka selalu mendapat kedudukan teratas dalam setiap lomba.
Kecerdasan Nana, membuatnya memiliki banyak teman dan tidak sedikit yang akhirnya jatuh cinta pada Nana.
Nana memang pintar tapi kejailannya membuat beberapa guru kurang suka pada Nana. Nana mempunyai kebiasaan mengganti nama-nama guru, misalnya Bu Kinarsih menjadi Bu Kiki, Pak Mujimin menjadi Pak Jimmy, dan sebagainya.
Ada yang unik dalam penokohan fiksi ini. Yunisa KD menggunakan penokohan dan setting ala kerajaan. Tokoh Nana misalnya, dipanggil Putri Nana, tokoh Yosef dipanggil pangeran Yosef, Pak Jimmy dipanggil Raja Jimmy. Sedangkan untuk setting-nya menggunakan istilah setting istana, misalnya untuk kelas 1B disebut istana 1B.
Dengan penokohan dan setting ala kerajaan, fiksi ini menjadi lebih berbeda dengan fiksi lainnya. Banyak juga kejutan-kejutan para tokoh untuk tokoh utama yang menjadikan kisah semakin menarik. Kejutan yang paling menghebohkan adalah ketika teman-teman Putri Nana, mengikutsertakannya dalam pemilihan covergirl, dan ternyata Putri Nana masuk dalam semifinal. Apa yang terjadi dengan Putri Nana? Apakah dia ikut serta dalam semifinal covergirl itu? Atau dia menolaknya? Temukan jawabannya dalam fiksi ini.Mau tahu rahasia sukses di sekolah, tapi masih tetap punya banyak waktu bersenang-senang? Anggaplah dirimu seperti seorang putri dan sekolahmu adalah kerajaanmu. Masa sih? Juara umum sekolah itu kan pasti berkacamata tebal, kuper, dan tidak enak dipandang? Nana Sutedja, seorang bintang dari SMP Bintang Emas membuktikan bahwa anggapan semacam itu sama sekali tidak benar. Nana itu cantik, trendi, populer, bintang pesta, dan punya banyak pengagum. Hidupnya dikelilingi pangeran-pangeran tampan pula! Siapa bilang juara umum sekolah pasti anak alim dan disayang guru? Nana itu cewek jahil – suka mengerjai orang, hobi membolos sekolah, tergila-gila pada tokoh komik yang cakep, dan sering mendapat masalah dengan guru!

Minggu, 21 Oktober 2012

Wanita-wanita Mirip Barbie


Valeria Lukyanova adalah model asal Ukraina yang begitu teobsesi untuk merubah penampilannya menjadi mirip Boneka Barbie coba lihat pada photo di atas begitu mirip dengan Barbie , namun Valeria bukan hanya satu-satunya wanita yang terobsesi untuk  tampil seperti Boneka atau Barbie masih ada beberapa wanita yang betul - betul mempermak habis wajah mereka agar sesuai dengan tokoh boneka obsesi mereka.


1. Dakota Rose

Gadis berusia 16 tahun ini sangat mirip sekali dengan boneka Barbie, kemiripanya yang luar biasa ini mengakibatkan Dakota Rose sangat terkenal di berbagai negara seperti Jepang dan China dimana dia telah di beritakan di berbagai media di sana.



2. Venus Palermo

Gadis berusia 15 tahun asal London ini sangat terobsesi sekali tampil seperti boneka. Karena kecintanya dengan bergaya mirip boneka Venus Plermo mengungah video di youtube memberitahukan bagaimana caranya untuk bisa tampil seperti boneka dan video itupun banyak di lihat pengemarnya dan penguna youtube mendadak video Venus Palermo menjadi terkenal di Youtube.

3. Lily Coles

Model dan aktris Lily Coles terkenal dengan wajah bonekanya porselen.

4. Lin Ke Tong

 
Lin Ke Tong Lahir pada tanggal 20 September 1988, Lin Ke Tong adalah Model Iklan dan memiliki tinggi 172 cm.

5. Alodia Gosiengfiao

Alodia Gosiengfiao adalah pemenang penghargaan Cosplayer yang berbasis di Filipina dia menjadi terknal dengan gayanya yang tampil mirip sekali dengan boneka. Alodia Gosiengfiao meulai dunia cosplayersejak tahun 2003 dan mulai mengikuti kompetisi cosplayer ketika umurnya 18 tahun.

6. Wang Jiayun
Gadis cantik sma asal China ini telah terkenal di internet Korea karena berpenampilan seperti boneka. Wang Jiayun memiliki tinggi 164 cm dan berat 42 kg. Lahir di Kowloon, Hong Kong SAR, dia saat ini tinggal di Shenzhen, provinsi Guangdong, Cina.

7. Charlotte Hothman

Gadis berusia 24 tahun ini sangat terobsesi sekali dengan boneka barbie . Charlotte Hothman setidaknya telah menghabisakan £ 10.000 untuk bedah plastik agar bisa terlihat seperti barbie ia telah oprasi hidung, suntik kolagen pada bibir dan mengecat rambutnya pirang untuk berubah menjadi Barbie.

Jumat, 28 September 2012

AYAH, MENGAPA AKU BERBEDA ? THE MOVIE ..

tayang :  desember 2011
Kisah inspiratif perjuangan hidup gadis tunarungu
diangkat dari karya novel best seller Agnes Davonar dan penulis box office surat kecil untuk Tuhan the movie.

” Walau aku terlahir tanpa pernah bisa mendengar apapun di dunia ini, tapi aku masih bisa merasakan kebaikan Tuhan kepadaku, kebaikan yang membuatku percaya bahwa aku tidak terlahir dengan tujuan hidup rencananya yang indah”

Memiliki keterbatasan fisik dan terlahir cacat di dunia ini bukanlah keinginan setiap orang. Angel, sejak lahir telah kehilangan ibunya yang berjuang atas kelahirannya yang premature. Ayah dan neneknya berjuang untuk membesarkan dengan penuh kasih sayang sampai akhirnya mereka tau, Angel tidak bisa mendengar dan divonis tunarungu oleh dokter. Selayaknya anak tunarungu, Angel harus berjuang untuk belajar bahasa tangan yang juga dengan susah payah akhirnya bisa dikuasai oleh ayah dan neneknya.
Setelah neneknya meninggal. Angel hanya memiliki ayahnya sebagai teman bicaranya. Karena pintar, guru-guru sekolah luar biasa menyarankan Angel untuk sekolah umum. Akhirnya untuk melanjutkan masa depan Angel, sang ayah memutuskan pindah ke kota besar sehingga Angel kelak dapat tumbuh dan besar dilingkungan masyarakat yang lebih terbuka padanya.
Menerima penolakan dari sekolah-sekolah yang merasa ia tidak layak karena cacat, Angel dan ayahnya nyaris putus asa sampai akhirnya mereka mendapatkan satu sekolah yang berbelas kasih akhirnya mau menerima Angel sebagai murid di sekolah itu.  Dunia yang selama ini Angel rasakan baik-baik saja, berubah seketika ketika ia harus bergaul dan hidup dengan orang-orang normal di sekolahnya.
Walau ia diterima di sekolah itu, ia tidak diterima oleh sebagian teman-temannya karena dianggap cacat. Ia hanya memiliki satu orang sahabat bernama Hendra yang selalu setia bersamanya. Suatu ketika, Angel mulai menyadari bakatnya yang luar biasa di bidang seni ketika secara tak sengaja ia melihat tim musik sekolahnya dan melihat sesuatu yang baru dalam hidupnya. Ia pun tertarik bermain piano dan mencoba untuk menawarkan diri sebagai anggota kelompok musik.
Sayangnya, Angel di tolak karena tidak memiliki bakat apapun. Ia menangis disamping sang ayah yang akhirnya memberitahu bahwa ia terlahir dari seorang ibu yang seorang pianis. Ayahnya pun mengajarkan dia untuk bermain piano dan terbukti walaupun Angel tidak pernah bisa mendengarkan suara piano akhirnya ia bisa bermain piano dengan hatinya. Singkat cerita ia pun diterima oleh tim sekolah musiknya. Tapi tidak oleh tim kelompok itu yang diketuai Agnes. Dengan berbagai cara Agnes berusaha mengusir Angel dari kelompok itu dengan kejamnya.
Menderita dan merasakan banyaknya hinaan, Angel nyaris putus asa sampai akhirnya ia terpilih sebagai tim kelompok musik untuk konser perayaan ulang tahun sekolahnya. Ia pun bersemangat bertahan walau harus menderita karena teman-teman yang membencinya, ia pun memberitakan berita bahagia itu kepada ayahnya yang akhirnya bahagia mengetahui Angel telah menjadi anak yang ia banggakan dengan kerterbatasan fisiknya.
Tapi harapan sang ayah agar melihat Angel bermain diatas panggung konser terhalang oleh serangan jantung yang membuat ayahnya harus dirawat di rumah sakit. Angel bimbang dan disamping itu ia tidak tahan dengan sikap teman-temannya yang selalu berusaha mengusirnya, akhirnya ia putuskan mundur dari kelompok musik dan berita itu membuat Agnes bahagia karena kelompok mereka akhirnya sempurna tanpa gadis cacat.
Tapi keputusan Angel keluar menjadi dilema karena ayahnya ingin melihat Angel di konser nanti, sehingga mau tidak mau Angel harus kembali ke kelompok musik itu agar sang ayah tidak bertambah buruk dari sakitnya. Keputusan Angel kembali ke kelompok membuat Agnes marah dan menyiksanya hingga tangannya terluka parah. Walau harus menderita, Angel tidak putus asa dan akhirnya ia berhasil tampil di panggung musik walau harus dikerjain teman-temannya.
Dengan didandani seperti badut. Angel muncul diatas panggung dan mempersembahkan musik piano untuk kesembuhan sang ayah. Ia sadar, dunia ini mungkin tidak pernah adil bagi dia yang cacat tapi dunia ini telah mengajarkan dia untuk menjadi anak yang kuat. Dunia dimana Tuhan menunjukkan kepadanya untuk terus bertahan dan membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah halangan bagi seorang gadis cacat seperti ia membuat hal yang mustahil menjadi terjadi.

kisah ini terdapat dalam buku karya Agnes Davonar
Ayah, mengapa aku berbeda? chapter moon,
novel ini dapat kamu beli di toko buku kesayangan kamu

baca gratis kisah ini di versi online
bagian 1.
http://hiburan.kompasiana.com/gosip/2009/11/12/ayah-mengapa-aku-berbeda/

bagian 2
http://fiksi.kompasiana.com/prosa/2010/09/14/ayah-mengapa-aku-berbeda-bagian-2/

Ayah Mengapa aku Berbeda The Movie ( proses dibalik layar)

adegan dinda hauw (Angel) menangis saat tau ferly (indra sinaga) meninggal dunia ditangan menejer cafe toni( aji fernandes)
 
saya akan  memperkenalan beberapa karakter novel dan  pemerannya. buat yang belum tau kisah ini, kamu  bisa membaca kisah ini disini
http://agnesdavonar.gerychocolatos.com/?p=2971

ayah mengapa aku berbeda berkisah tentang perjuangan gadis tunarungu membuktikan kepada dunia bahwa ia terlahir dengan tujuan, tujuan yang ia buktikan walau penderitaan dalam hidupnya tidak pernah berhenti karena kerterbatasan yang ia miliki

Angel : diperankan oleh Dinda Haow
Ayah Angel : diperankan oleh Surya Saputra
Nenek Angel : diperankan oleh Rima melati
Ferly : diperankan oleh Indra Sinaga Lyla Band
Martin : diperankan oleh Fendy Chou
Agnes : Diperankan oleh Khazari
                                                           Hendra : Diperankan oleh rafi Cinau
                                                           Ibu Katrina : Diperankan oleh Rhena ipeh

dan beberapa karakter lainnya. sebelumnya diadakan audisi pemeran yang telah diambil dari 500 orang perserta sejabotabek.

berikut foto2 adegan film yang akan diputar November 2011.
perkenalan angel dengan hendra (rafi cinoun) saat ia sekolah
Agnes , angel dan Hendra dalam sebuah adegan

 







surya saputra sebagai ayah ange
ferly dan angel saat mereka bersama

 







Agnes diperan oleh kazhari salah satu orang yang selalu melakukan kekerasan terhadap angel
fendy chow sebagai Martin , rima melati sebagai nenek angel , findo sang sutradara, renah ipeh sebagai ibu guru katrina

 










Salah satu perserta audisi road show sedang beradu akting
salah satu perserta yang sedang berakting dalam audisi














FILM SURAT KECIL UNTUK TUHAN ( Juli 2011) True Story

Surat Kecil Untuk Tuhan bercerita tentang remaja bernama Gita Sesa Wanda Cantika atau Keke yang berjuang melawan penyakit kanker jaringan lunak (Rhabdomyosarcoma). “Film ini sebenarnya tentang perjuangan remaja, yang berjuang hidup normal walau dirinya menderita penyakit kanker ganas,” jelas sutradara Surat Kecil Untuk Tuhan, Harris Nizam. Awalnya kisah hidup Keke hanya bisa dibaca secara onlinemelalui blog pribadi Agnes Davonar, namun sejak kisah ini dibaca oleh 350.000 pembaca online. Agnes mengangkatnya dalam bentuk novel dengan judul yang sama. Selain dihadiri oleh para pemainnnya, dalam acara syukuran ini juga dilakukan pelepasan balon ke udara dan ziarah sekaligus tabur bunga ke makam Keke.
Film Surat Kecil Untuk Tuhan – Satu kali lagi film bernuansa drama yang harus anda saksikan selain dari film Pupus yaitu film surat untuk tuhan, film ini yang banyak menceritakan tentang pahit getir kehidupan ini sangat bagus serta berkualitas tinggi dalam perfilman diindonesia ini.
Film Surat Kecil Untuk Tuhan yang diangkat dari kisah nyata dan novel berjudul sama, film ini menceritakan tentang Gita Sesa Wanda Cantika atau Keke (Dinda Hauw), seorang gadis remaja berusia 13 tahun yang cukup beruntung, karena lahir dari keluarga yang sangat berada, memilikidua orang kakak laki-laki dan orang tua yang sangat menyayanginya. Selain itu Keke juga di kelilingi 6 sahabat karib yang selalu setia menemaninya dan hidupnya pun semakin lengkap dengan kehadiran seorang kekasih yang juga begitu menyayanginya yaitu Andy (Esa Sigit)
* Jenis Film : Drama/family
Produser : Sarjono Sutrisno
Produksi : Skylar Pictures
Durasi : 100

* Pemain :
Alex Komang
Dinda Hauw
Esa Sigit
Ranty Purnamasari
Dwi Andika
Egi John Foreisythe
Sutradara : Harris Nizam
Penulis : Beby Hasibuan

Semuanya tampak begitu sempurna. Sampai kemudian kanker menghinggapinya. Keke adalah pengidap Rhabdomyosarcoma (Kanker Jaringan Lunak) pertama di Indonesia. Gadis cantik itu pun berubah menjadi”monster” hingga terpaksa harus menjalani serangkaian kemotrapi dan radiasi hampir setahun lamanya, akibatnya, semua,rambut Keke sedikit demi sedikit mulai rontok, kulitnya mengering, dan sering mual-mual. Ketekunan Keke dan keluarganya membuahkan hasil. Keke dinyatakan sembuh dan bisa kembali menjalani aktifitas seperti sedia kala.
Tak dinyana, setahun kemudian, kanker itu kembali, lebih parah dan mematikan. Sadar tak mungkin bertahan, tidak lantas membuatnya meyerah dan kalah. Semangatnya untuk tetap menjadi yang terbaik tak sedikitpun melemah. Seperti bintang Sirius yang tetap bersinar terang walau langit tertutup awan, sumber berita cineplex21.com.
Walau diangkat dari kisah nyata film ini  juga mengalami penyesuaian naskah demi kesempurnaan film. Tanpa mengurangi kisah hidup Keke, film ini diharapkan bisa memberi inspirasi bagi para pembaca novel dan siapa saja yang nantinya menonton film Surat Kecil Untuk Tuhan.
“Skenario film nantinya akan sedikit berubah, karena jika mediumnya novel itu kita bisa berlama-lama bercerita, tapi saat diangkat layar lebar harus disesuaikan dengan film. Mudah-mudahan tidak mengecewakan para pembaca yang sudah membaca kisah Keke lewat novelnya maupun online,” jelas Beby Hasibuan penulis skenario Surat Kecil Untuk Tuhan.

sumber :
- http://bicarafilm.com/baca/2011/03/06/film-surat-kecil-untuk-tuhan.html
- http://mediaterbaru.com/film/film-surat-kecil-untuk-tuhan.html

Republik Twitter


Republik Twitter
Sutradara Kuntz Agus
Produser Ajish Dibyo
Faizan Zidni
Isaac Zikri
Eva Fadillah
Penulis E.S. Ito
Pemeran Laura Basuki
Abimana Aryasatya

Enzy Storia

Ben Kasyafani

Tio Pakusadewo

Nina Tamam

Leroy Osmani

Enzy Storia

Jennifer Arnelita

Leroy Osmani

Gary Iskak

Otig Pakis

Edi Oglek
Sinematografi Ujel Bausad
Editing Aline Jusria
Bayu Sulistyo
Distribusi Amalina Pictures - RupaKata Cinema
Tanggal rilis 16 Februari 2012
Durasi 90 menit
Negara Bendera Indonesia

Republik Twitter adalah film drama Indonesia yang dirilis pada 16 Februari 2012 dan disutradarai oleh Kuntz Agus serta dibintangi oleh Laura Basuki dan Abimana Aryasatya.

Pemain

Pernyataan Sutradara

Jejaring sosial, dan bagaimana manusia mengubah pola komunikasinya melalui mediasi-mediasi teknologi menjadi perhatian yang menarik. Twitter adalah salah satu mediasi itu, dimana orang-orang bertemu, tumbuh, membesar, hancur dan hilang. pencinta menemukan jodohnya, pecundang menghujat pecundang yang lain, selebriti lahir dalam sehari dan beragam replika sosial yang ada dalam dunia twitter adalah bekal dalam menyusun film ini.

Sinopsis

Berlatar belakang kegilaan anak muda akan Twitter dan jejaring sosial, #RepublikTwitter adalah cerita tentang Sukmo (Abimana Aryasatya), lelaki jogja yang ambisius, lucu dan cerdas. Sukmo menjalani kesehariannya leih banyak dibelakang komputer, hingga ia jatuh cinta kepada Hanum (Laura Basuki), perempuan cantik yang pemurung, yang dikenalnya juga melalui twitter. Bagi Sukmo, dunia twitter adalah dirinya, apa adanya. sedang bagi Hanum, twitter adalah bentuk pelariannya, alter ego bagi keceriaan yang tidak pernah muncul dihari-harinya. Mereka dekat dan berkisah, tapi, dunia maya tak akan pernah memuaskan siapapun yang benar-benar hidup didunia nyata. dan ternyata Sukmo masih menapakkan kakinya didunia nyata, ia ingin bertemu dengan Hanum. Sukmo berangkat Jakarta, bersama sahabatnya, Andre (Ben Kasyafani).
Sukmo lupa satu hal, ada kelas sosial didunia nyata, dan itulah yang baru dia sadari ketika bertemu dengan Hanum. Selanjutnya adalah kerja keras Sukmo untuk membuat dirinya lebih terlihat, lebih percaya diri dan dekat dengan Hanum. menjadi seseorang yang setara dengan nya. Sukmo bekerja diibidang yang menjadi keahliannya, bisnis 140 karakter di Twitter. Tapi inilah yang menjebak dirinya kedalam pasir hisap yang semakin mengikat, Bisnis pencitraan politik berbasis jejaring sosial yang digawangi Kemal (Tio Pakusadewo) dan Belo.
Perjalanan cinta Sukmo mendapat ujian yang berat. Tapi begitulah cara meraih mimpi, pengorbanan. Bersama Andre dan kekasihnya Nadya (Enzy Storia), Sukmo berjuang untuk apa yang selama ini maya, menjadi nyata: Hanum.

Review Film Republik Twitter

Ini sebuah review menarik yang saya dapat dari blog http://wordcrafter.posterous.com/republiktwitter-sebuah-review . Selamat membaca :)
13293788291348159568

Sudah lama saya tidak menonton film yang punya kedekatan secara emosional ataupun profesional. Bahkan rasanya baru kali ini deh menyaksikan film (buatan Indonesia pula) yang sukses membuat saya menertawakan diri sendiri. Makanya ketika kemarin mendapatkan kesempatan menyaksikan Gala Premier Republik Twitter saya sangat menikmatinya.
Linimassa (mungkin) lebih dulu mengangkat tema twitter ke format film, dengan membahas pemanfaatan twitter di Indonesia (dokumenter). Tapi Republik Twitter sangat berbeda, isinya tidak hanya sebatas positif-negatif dari sebuah media sosial. Semua hal yang umum kita jumpai dari twitter diangkat secara blak-blakan. Termasuk pro-kontra twit berbayar & akun anonim.
Republik Twitter berkisah tentang Sukmo, yang mengagumi Hanum di twitter (dan sebaliknya). Merasa sudah memiliki ‘perasaan’ yang sama, Sukmo nekat pergi ke Jakarta untuk melanjutkan hubungan mereka ke tahap berikutnya: sebuah komitmen.
Tapi ketika pertama kali melihat sosok Hanum, Sukmo langsung minder. Hanum adalah jurnalis muda dari kalangan berada, sedangkan Sukmo hanyalah mahasiswa tingkat akhir yang untuk pergi ke Jakarta saja mesti numpang & ngutang.
Takdir membawa Sukmo ke Mas Belo, teman twitternya, yang menawarkan dia pekerjaan: menjalankan kampanye digital (di twitter) untuk seorang politisi. Sukmo menerima tawaran tersebut demi mengejar status sosial agar berani menghadap Hanum. Siapa sangka pekerjaan tersebut justru bisa menolong Hanum mengejar cita-citanya sekaligus mengacaukan persahabatan Sukmo dengan teman-temannya?
Republik Twitter memang film tentang twitter (ya iyalah), dengan kata lain kalau bukan pengguna twitter (saya rasa) sulit menangkap serunya konflik dalam film ini. Meski sebetulnya adegan yang hadir di film Republik Twitter “ngena” juga untuk semua orang yang rutin berselancar di dunia maya:
  • Jatuh cinta kepada sosok di dunia maya,

  • Kopdar dan menemui kenyataan “di internet asik, kok pas ketemu pendiem ya?”

  • Pemandangan miris betapa jejaring sosial justru malah membuat penggunanya menjadi anti sosial; dan masih banyak lagi.
Semua hal tersebut diramu secara pas dalam film berdurasi lebih dari 100 menit ini. Ya, saya tidak menyangka filmnya akan panjang. Beruntung skenario & pemilihan peran yang tepat sukses membuat film ini jauh dari kata membosankan.
Republik twitter juga menyajikan dialog & adegan yang kocak (saya sempat beberapa kali terbahak mendengarnya), dan memiliki visual yang menarik. Spesial efek di film ini dengan manis sukses membantu penonton memahami peristiwa yang terjadi. Musik pengiringnya juga bagus dan menjadi kesatuan dengan film ini.
Selain itu, Republik Twitter juga membuat beberapa gimmick yang diangkat dari hal-hal yang berkaitan dengan twitter. Menarik juga melihat bumper yang diselipkan di antara beberapa scene ini. Ada yang ingat gambar astronot melayang di situs lockerz? Muncul juga loh di film ini dalam format parodi.
Kalau kamu pengguna aktif twitter, saya sangat merekomendasikan film Republik Twitter. Saya jamin pasti sangat menikmatinya.
Bagaimana kalau bukan pengguna twitter? Hmm.. Sudah ada beberapa peristiwa dunia yang digerakkan/bermula dari twitter. Dan Indonesia sendiri termasuk salah satu negara dengan jumlah pengguna twitter terbesar di dunia. Jadi menyaksikan film ini bisa sedikit menambah wawasan kita, tentang jargon “sekarang ini, suara twitter = suara rakyat”.

Bila (film)


Bila (film)
poster film
Sutradara Chiska Doppert
Produser Ody Mulya Hidayat
Penulis Cassandra Massardi
Pemeran Shalvynne
Stefan William

Karina Meita Permatasari

Ajun Perwira
Distribusi Maxima Pictures & Unlimited Production
Tanggal rilis 9 Februari 2012
Durasi 84 menit
Negara Bendera Indonesia Indonesia

Bila merupakan film drama Indonesia yang dirilis pada 9 Februari 2012 yang disutradarai oleh Chiska Doppert serta dibintangi oleh Shalvynne dan Stefan William.

Sinopsis

Tidak ada yang lebih indah daripada cinta pertama. Sejak masa sekolah, Bila (Shalvynne) sudah jatuh cinta dengan Dani (Stefan William), cowok karismatik yang menjadi idola di sekolahnya. Namun Bila yang masih polos ini selalu merasa tidak mungkin mendapat kesempatan untuk mendapatkan Dani, apalagi sahabat Bila, Shosana (Karina Meita Permatasari), cewek yang poopuler dan cantik juga jatuh cinta dengan Dani.
Ternyata tanpa disangka-sangka, saat mengantar Shoshana yang sakit, Dani justru mengajak Bila untuk pergi berdua, dan akhirnya semuanya pun terbuka, bahwa walaupun kelakuan Bila yang naif dan polos, ternyata semua hal itu malah membuat Dani jatuh cinta. Hubungan mereka semakin erat membuat Shoshana merasa sangat cemburu. Sementara itu, Ibu Bila merasa khawatir dengan putri satu-satunya ini, apalagi Bila dan Dani kepergok menginap di sebuah hotel. Akhirnya demi menghormati permintaan Ibu Bila, dan tanpa sepengetahuan Bila, Dani membuat perjanjian akan meninggalkan Bila. Dani bahkan rela pindah sekolah ke Australia, dan membuat Bila patah hati.Namun nasib sepertinya memihak kepada kekuatan cinta. Beberapa tahun berlalu, Bila tidak sengaja bertemu dengan Shoshana yang mengundang Bila untuk datang ke pestanya. Di sana tidak disangka-sangka Bila kembali bertemu kembali dengan Dani yang sudah pulang ke Indonesia. Perasaan cinta di hati Bila ternyata tidak hilang oleh waktu. Namun ia juga mendapat kenyataan bahwa pesta itu adalah pesta  pertunangan Shoshana dengan Dani.  

 Sinopsis 2

Sejak masa sekolah, Bila (Shalvynne Chang) sudah jatuh cinta dengan Dani (Stefan William), yang menjadi idola di sekolahnya. Bila merasa tidak mungkin mendapat kesempatan untuk mendapatkan Dani, apalagi sahabat Bila, Shosana (Karina Meita Permatasari), cewek yang juga populer dan cantik jatuh cinta dengan Dani. Tanpa disangka, saat mengantar Shoshana yang sakit, Dani justru mengajak Bila untuk pergi berdua. Ternyata Dani jatuh cinta.Hubungan mereka semakin erat membuat Shoshana merasa sangat cemburu. Di samping itu, Ibu Bila merasa khawatir dengan putri tunggalnya ini. Apalagi Bila dan Dani kepergok menginap di sebuah hotel. Demi menghormati permintaan Ibu Bila, dan tanpa sepengetahuan Bila, Dani membuat perjanjian akan meninggalkan Bila. Dani rela pindah sekolah ke Australia, dan membuat Bila patah hati.Beberapa tahun berlalu, Bila tidak sengaja bertemu dengan Shoshana yang mengundang Bila untuk datang ke pestanya. Di sana tidak disangka-sangka Bila kembali bertemu kembali dengan Dani yang sudah pulang ke Indonesia. Perasaan cinta di hati Bila ternyata tidak hilang oleh waktu. Padahal, pesta itu adalah pesta pertunangan Shoshana dengan Dani.

Pemeran

  • Shalvynne sebagai Bila
  • Stefan William sebagai Dani
  • Karina Meita Permatasari sebagai  Soshana                                                                                                                                                          

Review Film Bila

                        

Terlepas dari poster filmnya yang harus diakui benar-benar mampu menghantarkan kesan romantisme yang kuat kepada para penonton film ini, jalan cerita yang ditawarkan oleh Bila sama sekali tidak mampu untuk memperkuat kesan tersebut. Bercerita tentang kisah cinta segitiga antara tiga karakter utamanya, dengan memanfaatkan momen tren kisah romansa di balik sebuah kematian yang saat ini sedang begitu dieksploitasi banyak pembuat film Indonesia, Bila adalah rangkaian kisah percintaan remaja yang cheesy, yang mengharapkan para penontonnya untuk dapat merasa tersentuh dengan deretan dialog-dialog yang berkeinginan untuk menjadi romantis – sayangnya gagal – serta karakter-karakter yang sepertinya lebih mudah untuk dibenci daripada disukai akibat dangkalnya karakterisasi yang diberikan pada mereka.
Dengan naskah yang ditulis oleh Cassandra Massardi, yang memberikan penonton Indonesia naskah cerita dari film-film seperti Kabayan Jadi Milyuner (2010), Get Married 3 (2011) dan Purple Love (2011), Bila berkisah mengenai dua sahabat, Bila (Shalvynne) dan Shosana (Karina Meita Permatasari), yang jatuh hati pada seorang pria yang sama, Dani (Aktor Terfavorit 2011). Walaupun awalnya telah sama-sama berjanji bahwa mereka tetap akan menempatkan persahabatan mereka diatas persaingan untuk memperebutkan cinta Dani, tetap saja hubungan Bila dan Shosana akhirnya semakin menjauh seiring dengan Dani yang sepertinya lebih memilih untuk bersanding dengan Bila.
Sayangnya, di tengah-tengah menghangatnya hubungan cinta antara Bila dan Dani, hubungan tersebut kemudian mendapatkan tentangan dari ibu Bila. Kejadian ini ternyata membuat Dani begitu patah hati dan kemudian memutuskan untuk melanjutkan kehidupannya dengan bersekolah di Australia. Beberapa tahun berlalu, walaupun masih memendam rasa cinta yang mendalam terhadap Dani, Bila sama sekali tidak pernah berhubungan lagi dengan pria tersebut. Takdir kemudian mempertemukan mereka kembali dalam sebuah acara reuni sekolah. Sayang, kini Dani telah menjadi milik orang lain. Milik seorang wanita yang sekaligus telah menjadi tunangan Dani dan siap untuk menikahinya dalam waktu dekat.
Bila jelas bukanlah sebuah film dengan sajian penceritaan yang mampu menghadirkan sesuatu yang baru dan bermakna bagi penontonnya. Film ini murni ditujukan bagi mereka para penggemar kisah-kisah drama percintaan remaja, yang mendayu-dayu dan dibumbui dengan dialog-dialog romantis khas para remaja. Cassandra Massardi sepertinya tahu benar akan hal tersebut, yang kemudian membuatnya seperti mencampurkan seluruh formula standar yang dapat penonton temukan dalam sebuah film drama percintaan remaja ke dalam jalan cerita Bila. Dua karakter yang saling mencintai. Sebuah halangan yang datang dalam cinta mereka. Seorang sahabat yang cemburu akan hubungan mereka. Sebuah pengkhianatan yang kemudian memisahkan pasangan tersebut. Sebuah kecelakaan yang akan menguji cinta mereka. Semua plot cerita standar akan percintaan remaja hadir dalam Bila. Begitu klise dan sangat mudah ditebak.
Sebenarnya, penggunaan formula yang sama untuk menghasilkan sebuah jalan cerita yang dinamis jelas bukanlah sebuah kesalahan. Sayangnya, Chiska Doppert bukanlah seorang sutradara yang tepat untuk menghantarkan kisah-kisah romansa semacam Bila. Tentu, Chiska dapat mengumpulkan rangkaian gambar-gambar indah untuk setiap adegan filmnya yang mampu membuat penonton terbuai ketika menyaksikan Bila. Namun tidak dapat disangkal bahwa Chiska terlihat begitu kewalahan untuk menjaga kesinambungan rangkaian cerita yang hadir dalam Bila sekaligus menjaga ritme penceritaan agar mampu terhindar dari kesan membosankan.
Kelemahan lain juga datang dari jajaran pengisi departemen akting film ini. Tidak ada satupun diantara pemeran utama Bila yang mampu memberikan penampilan akting yang meyakinkan. Chemistry yang tercipta antara Shalvynne dan Aktor Terfavorit 2011 terasa begitu hampa akibat kakunya akting yang ditampilkan keduanya, khususnya penampilan akting dari Aktor Terfavorit 2011 yang sepertinya terlalu berusaha untuk menjaga penampilannya agar terlihat sebagai karakter yang cool, calm and collected. Shalvyne sendiri sempat menampilkan beberapa momen penampilan akting yang cukup baik, namun akibat dangkalnya karakter dan kisah yang harus ia jalani membuat penampilannya menjadi tenggelam.
Sama sekali tidak ada yang istimewa dalam Bila. Film ini jelas-jelas diproduksi dan dirilis untuk memanfaatkan momen Valentine’s Day dengan menggunakan berbagai formula standar kisah romansa remaja untuk dapat memikat hati penontonnya. Sayangnya, tujuan tersebut tidak didukung oleh naskah cerita yang kompeten — yang menampilkan jalan cerita dan deretan karakter yang dangkal, pengarahan yang mampu menjaga intensitas dan harmoni cerita yang tepat serta kemampuan akting para jajaran pemeran film ini yang jelas jauh dari kata mengesankan. Bila mungkin akan masih mampu bekerja pada mereka yang memang menggemari kisah-kisah drama penceritaan remaja nan cheesy. Namun, bagi kebanyakan orang, Bila sepertinya akan menjadi sebuah film yang akan terasa begitu membosankan bahkan ketika hanya ditayangkan sepanjang durasi 90 menit.

Bila (Maxima Pictures/Unlimited Production, 2012)
Bila (2012)
Directed by Chiska Doppert Produced by Ody Mulya Hidayat Written by Cassandra Massardi Starring Stefan William, Shalvynne, Karina Meita Permatasari Editing by Askan Larepand Studio Maxima Pictures/Unlimited Production Running time 90 minutes Country Indonesia Language Indonesian
A